Sabtu, 19 Mei 2012

Sebuah Renungan di Akhir Latihan Pra-Jabatan CPNS


Renungan ini saya buat pada saat perpisahan LPJ CPNS angkatan 21 kab. Padang Pariaman di INS Kayutanam. Dan pada penyajiannya saya dibantu oleh sahabat saya bang Hengki Akhdiat Anwar…

Bismillah…
Teman-temanku marilah sejenak kita menundukkan kepala kita, merenung dan menyadari akan apa yang sudah kita lakukan selama ini.
Teman-teman sekalian, sungguh selama hidup ini, kita butuh pada Zat Pemberi kehidupan dan Pemberi kenikmatan…  Dialah Allah yang telah menciptakan kita dan menganugerahkan begitu banyak kenikmatan untuk kita.
Mari kita hadapkan diri kita… kita pasrahkan kepada Zat yang Maha member kekuatan.

Saudaraku…
Alhamdulillah, kita harus bersyukur kepada Allah karena hingga hari ini kita masih dikaruniai umur dan kesehatan oleh Allah. Padahal saudaraku, tidak sulit bagi Allah untuk menjadikan mala ini adalah malam yang terakhir dalam kehidupan kita.
Tidak sulit bagi Allah untuk membuat kita tertidur selamanya…  Ya Tidak sulit bagi Allah untuk membuat kita tertidur selamanya…
Saudaraku…
Sadarkah kita kalaupun saat ini jantung kita masih berdetak, napas kita masih berhembus dan telinga kita masih dapat mendengar dengan sempurna, itu semua hanya karena kemurahan Allah pada kita, dan karena kasih sayang Allah pada kita…

Teman-teman seperjuanganku…
Ingatkah kita bahwa 10-20 yang lalu kita bukan siapa-siapa, kita bukan orang yang diperhitungkan, kita hanya bocah ingusan yang tidak tahu apa-apa, yang hanya bisa merengek pada ayah dan ibu kita, anak yang hanya bisa menyusahkan kedua orang tua kita.
Tapi teman-teman… lihatlah diri kita saat ini…
Kita bisa berdiri dengan gagah memakai dasi dan menatap masa depan kita, padahal banyak orang-orang yang tidak seberuntung kita… banyak orang-orang diluar sana yang ingin seperti kita… Kita terlalu lemah untuk bersyukur teman… Kita terkadang melupakan nikmat Allah pada kita…
Ingatlah Saudaraku… bukan karena kekuatan kita  dan kepintaran kita, kita bisa seperti saat ini… Dialah Allah yang maha Rahman yang telah memberikan itu semua pada kita.

Oeh karena itu saudaraku…
Marilah kita kubur dalam-dalam segala macam kesombongan yang ada dalam diri kita. Kesombongan yang suatu saat dapat menghancurkan hidup kita. Menyadari dan bersyukur atas nikmat-nikmat Allah pada diri kita.


Saudaraku…
Ada sosok manusia yang diantara siapapun, mereka yang paling berjasa hingga kita bisa seperti ini. Ya merekalah orang tua kita. Yang sepanjang hidupnya dengan tulus memberikan pengorbanannya untuk kita. Merekalah yang bekerja keras membanting tulang dan memeras keringat untuk membesarkan kita. Tapi kalau kita mau jujur, kita terlalu sering menghianati pengorbanan mereka. Kita sering melupakan mereka disaat kita telah berhasil, ya kita lupakan mereka saudaraku…

Bahkan untuk sedikit menyisihkan sebagian gaji kita untuk mereka, walaupun mereka tidak memintanya… tidakkah kita sadar saat kita sedang jauh dari mereka, mereka sedang kesusahan atau sedang terbaring sakit…
Teman-teman sekalian, jika saat ini kita bertanya pada mereka bagaimana cara kita membalas jasa mereka, mungkin mereka akan menjawab :
“Nak kami tidak butuh balas jasa atas pengorbanan kami. Karena itu semua ketulusan cinta kami untukmu nak. Melihat kamu sukses dan bahagia itu adalah kebahagiaan besar buat kami”

Dan mungkin juga kedua orang tua kita akan berkata :
“ANAKKU JIKA KAMI SUDAH TUA NANTI TOLONG JANGAN LUPAKAN KAMI NAK…”
“ANAKKU JIKA KAMI SUDAH TUA NANTI TOLONG JANGAN LUPAKAN KAMI NAK…”
“ANAKKU JIKA KAMI SUDAH TUA NANTI TOLONG JANGAN LUPAKAN KAMI NAK…”

Sahabat-sahabatku…
Akhirnya inilah hari perpisahan LPJ kita ini, dengan teman-teman seperjuangan kita, teman-teman sekamar kita, tempat dimana biasanya kita berbagi suka dan duka bersama mereka… ya kita akan berpisah dengan mereka semua…
Mari kita tulus memaafkan kekhilafan teman-teman kita yang telah berinteraksi dengan kita. Mari kita doakan agar mreka sukses, sehingga saat kita bertemu lagi kelak, teman-teman kita sudah menjadi orang-orang penting dan diperhitungkan ditempat mereka berkerja.

Sahabat-sahabatku…
Mulai hari ini mari kita bertekad untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik, dari hari ke hari. Menjadi contoh di instansi kita masing-masing. Mari kita bertekad menjadi orang yang diperhitungkan di tempat kita berkerja. Dan menjadi pemimpin yang baik bagi keluarga kita, bagi anak dan istri kita, dan menjadi ibu yang super untuk anak-anak kita.
Sahabatku, mari kita bertekad untuk tidak pernah menafkahi keluarga kita dengan nafkah yang haram, sebagai perumpamaan “ seandainya kita mau dan bersedia memakan mangga curian yang kita curi dari tetangga kita, tapi apakah kita tega memberikan mangga curian itu untuk anak-anak kita , jangan pernah sahabatku…”
Akhirnya… mari kita bangun komitmen bersama untuk membangun negeri ini, khususnya tanah Padang Pariaman yang kita cintai ini, agar kelak menjadi kabupaten yang diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional.

Mari kita menyesali semua kesalahan kita…
Pada teman-teman kita
Pada guru-guru kita
Pada pemimpin-pemimpin kita,
Pada orang tua kita, dan
Pada Allah SWT
Dengan tulus kita memohon maaf atas semua kealpaan kita…

Hanya kepada Allah yang Maha kuasa kita berserah diri dan memohon pertolongan…

Wasaalamualaikum, semoga bermanfaat…












5 komentar:

  1. mantap tenan mas didit! tetep berkarya mas, apa yg dituliskan,insya allah akan memberikan pencerahan bagi kita semua,n akan membuka pintu kebahagiaan untuk kita semua,insya allah :)

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. maksih bang hengki... mohon do'anya agar bisa tetap idealis dan realistis... moga bisa menjadi pencerahan amin... dan Terus berkarya..

    BalasHapus
  4. Mantabs.. , Kebetulan saya angkatan 19 kab. Padang Pariaman di INS Kayutanam yang satu Instansi dengan ban Hengki

    Salam kenal dari Blog Bandaro

    BalasHapus
  5. terimakasih atas kunjunganya bung hari...

    BalasHapus